Hidup tak lebih dari rentetan peristiwa menyedihkan, lantas menguatkan.  Maka, jadilah kuat. Bahagia lah sekarang. Jangan di ...

Tidurlah, tidur






Hidup tak lebih dari rentetan peristiwa menyedihkan, lantas menguatkan. 
Maka, jadilah kuat.
Bahagia lah sekarang.

Jangan di tunda,
Karna esok, semua akan terasa basi.


Tidurlah tidur,
Hingga kesadaran membangunkan raga dengan terpaksa.
Esok tak perlu di nanti,
Bahagia tak perlu di kejar,
Senyum tak perlu di ukir,
Tidurlah tidur,
Ragamu lelah,
Jiwa mu letih,

Rangkulah mimpi dan terbangun dengan, tersenyum


Ketika pertama kali bisa menggambar, keenan baru bisa gambar coretan gak karuan atau bola kusut. setelah sering menggambar, objek ...

Mengapa Anak Kecil Suka Menggambar Orang?


Ketika pertama kali bisa menggambar, keenan baru bisa gambar coretan gak karuan atau bola kusut.
setelah sering menggambar, objek selanjutnya yang seneng dia gambar adalah orang atau anggota keluarganya atau temennya. kenapa ya?
menurut theasianparent.com :
" Saat anak sering menggambar anggota keluarga, dan dalam gambarnya anak juga ada di samping anggota keluarga yang lain, bisa memperlihatkan perasaannya bahwa anak Anda merasa dekat dengan anggota keluarga. Jika gambar anak juga memperlihatkan eskpresi wajah berbeda-beda pada gambar anggota keluarga, sebenarnya gambar ini bisa menunjukkan bagaimana anak melihat sosok anggota keluarga. "
wah, emang bener begitu, saya seneng bisa mengetahui kenapa keenan suka sekali gambar orang atau anggota keluarga, sebagai emak saya merasa dicintai anak saya sepenuhnya! hihihi

etapi, masih ada lagi lho. kita juga "mendeteksi" karakter anak kita lewat gambar orang yang dibuat anak kita, ini menurut today.line.me  :
" Sebagian besar balita masih menggambar orang dalam bentuk sederhana, seringkali menyerupai korek api. Meski begitu, bentuk tubuh, perbandingan ukuran, serta kelengkapan bagian tubuh dari gambar orang tadi ternyata bisa menunjukkan beberapa sifat balita " , seperti: 
  1. Anak pencemas: Sering menggambar orang tanpa mata, disertai gambar awan, hujan, dan burung yang sedang terbang.
  2. Anak pemalu: Orang yang digambar biasanya berukuran pendek dan kecil dengan kedua tangan yang berada dekat dengan tubuh, tetapi tidak disertai mata atau hidung
  3. Anak pemarah: Menggambar orang dengan jari dan gigi yang besar, lengan yang panjang, dan mata menyilang.
  4. Anak insecure: Menggambar orang dengan ukuran tubuh besar tapi memiliki kepala kecil, tanpa tangan, dan posisi tubuh cenderung miring.

tapi, kalo liat daftar diatas, gambar keenan dibawah ini masuk kategori yang mana ya? hemmm ....

\
 " gambar orang lagi pipis" , kata keenan

16 Comments:

pic belong to  nadin amizah Jadi, waktu lagi hot-hot nya demen sama  stars and rabbit , yang asli aku demen banget sampai-samp...

Jiwaku merasa, "Seperti Tulang"

pic belong to nadin amizah


Jadi, waktu lagi hot-hotnya demen sama stars and rabbit, yang asli aku demen banget sampai-sampai waktu pak suami maen bareng sama mereka di acara besar nan megah, soundrenaline di GWK Bali  tahun 2016 silam, aku nitip beli-in album mereka plus minta di legalisir. aku gak bisa ikut karna keenan masih 2 tahun dan aku lagi hamil kilan. lalu aku dapet legalisir-an  mba elda ( little suri ), eh pak suami malah dapet foto bareng, cemburu aku! wkkwkwk, btw back to story, pas lagi hot-hot nya demen sama mereka, tetiba di explore IG aku ada IG nya NADIN AMIZAH, yang ternyata foto-fotonya banyak di like mba elda!!! ya iyalah wajar ajah nadin nongol di explore IG aku! wehehehe.

Nadin Amizah, anak SMA yg doyan nyanyi di IG pake gitar sendiri, aku ga  gubris, gak penting, pikirku, lagu-lagunya juga "biasa", aku gak suka, titik. tapi, temen aku sukaaa banget sama dia. mungkin karena lagu-lagunya melow, sendu dan liriknya bak puisi dan sajak. jadi rasanya terbawa arus galau dan jadi kaum rebahan (*eh), sementara aku, suka nya yaaah folk yang rada upbeat atau dreampop yang gak galau, hehehe. 

lantas, 3 tahun berselang tanpa ada perubahan yang pasti perihal aku dan nadin, tetiba minggu lalu, keenan sakit selama seminggu dan demam 5 hari tanpa ada turun-nya. aku panik, sedih dan stress. hatiku sedih dan merana, lalu youtube menghadirkan video terbaru nadin amizah di sudut TRENDING, aku klik video nya sepeti tulang dan didengerin lah lagunya pake headphone gaming, dan daaarrr! aku mewek. karena apa? lirik pertamanya adalah kata, "kecil"......aku langsung inget anakku yang lagi sakit. terus aku dengerin lagu nya ampe akhir dan ya... oh nadin! i'm in love!! mengapa tidak, aku bisa langsung tau kalo lagu ini tentang trauma dan rasa sakit yang membekas sulit hilang dan ntah kapan sembuh. aiihhh aku jadi melo-melo gitu jadi nya. 

Tanpa pikir panjang, aku langsung follow IG nya dan kepo lagu-lagu dia yang lain. dan aku jatuh cinta sama semua lagunya nadin, terutama sorai. 

se-magical apa sih lagunya nadin "seperti tulang"? monggo di simak aja video-nyah berikut liriknya. awas jangan sampai nangis-nangis bombay ya, hehehe



pic lyric belong to nadin amizah





Sejujurnya, saya sebel sama salah satu kebudayaan sunda yang sudah mengakar dalam darah dan jiwa anak-anak saya, BANGBARONGAN.  k...

mengapa anak kecil suka pura-pura menjadi superhero?



Sejujurnya, saya sebel sama salah satu kebudayaan sunda yang sudah mengakar dalam darah dan jiwa anak-anak saya, BANGBARONGAN. 
kenapa? jawabannya pribadi sih, saya jijik aja ketika si bangbarongan mulai "jadi" alias kesurupan dan makan kaca, gelas atau apapun lalu muntah. 

Tapi sayangnya, keenan begitu terobsesi jadi Bangbarongan sampai minta dibikinin bangbarongan dari kardus bekas dan akhirnya minta dibeliin bangbarongan kayu, kuda lumping sampai terompetnya. yah, saya sebagai ortu sayang anak dibeliin aja deh daripada keenan rudet dan rungsing.







lalu saya tanya, " kenapa sih kakak suka banget sama bangbarongan? sampai lupa sama Spiderman?lalu dia jawab, " karena bisa jadi" ( maksudnya kesurupan), mungkin dalam pikirannya bangbarongan semacam makhluk magical yang punya kekuatan super layaknya spiderman kali ya.

sampai-sampai, dia gambar bangbarongan saking "cinta"-nya sama bangbarongan







"bangbarongan" karya keenan

Padahal, sebelum ketemu bangbarongan, dia idola banget sama spiderman. sampai dibeliin kostumnya dan minta di bikinin hand-gun yang ngeluarin jaring laba-laba.

aduh aduhhh, dasar anak-anak ya, ckckckck....

lalu yang jadi pertanyaan, kenapa asih anak-anak suka banget pura-pura jadi superhero?
aku gak tau jawabannya, lalu search lah di mbah gugle. dan ini lah jawabannya :

Menurut Ayahbunda.co.id : 

Mampu melompati gedung tinggi dengan satu ayunan tali, atau mengubah dunia dengan satu tiupan memang tak bisa manusia biasa lakukan, apalagi anak-anak kita. Namun memang berpura-pura atau meniru sedikit kekuatan super Spiderman, Batman, Ironman, Wonderwoman membuat anak merasa lebih besar dan lebih baik.

“Anda tak bisa mengurangi efek kebanggaan itu,” kata Lawrence Rubin, psikoterapis asal Australia, editor buku Using Superheroes in Counseling and Play Therapy.  “Itulah bagian dari pesona seorang tokoh pahlawan. Dunia ini besar dan anak-anak hanyalah benda kecil.”



jadi, ada rasa bangga gitu bagi anak bisa jadi superhero karena punya kekuatan super. lantas baik gak sih anak-anak terus main pura-pura?

Masih menurut ayahbunda.co.id

“Main pura-pura adalah bagian penting dalam perkembangan sosial anak. Permainan ini membantu anak mengembangkan kemampuan bergaul dengan teman sebaya,” kata Barber. Kemampuan anak memerankan sesuatu yang bukan dirinya—misalnya saat main “ibu-ibuan”- juga menandakan dia mengerti dirinya adalah pribadi yang terpisah dan berbeda dari ibu.

Permainan imajinatif membantu mengasah kemampuan anak memerkirakan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan orang lain. Juga, meningkatkan pemahaman anak akan dunia di sekitarnya. “Di dalam benaknya, anak-anak berusaha membangun kembali apa yang mereka dengar dan lihat di dunia nyata. Melakukan tindakan imajiner, membantunya memahami banyak hal, termasuk tindakan orang dewasa,” terang Barber.


eehhmmm, oh ya jadi begitu. 
baiklah kalo begitu, emak dukung deh anak-anak suka pura-pura jadi apapun, selama gak pura-pura sayang emak aja ya, hehehehe

pic credit pinterest Busyeettt, Baru baca 35 halaman pertama dari buku fenomenal nan viral , SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT...

JANGAN AMBIL PUSING!


pic credit pinterest

Busyeettt,
Baru baca 35 halaman pertama dari buku fenomenal nan viral , SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT karya Blogger handal yang akhirnya jadi penulis Mark Manson, aku udah jadi orang yang setengah bodo amat. 

oh mengapa tidak? baru baca segitu aja si abang Mark Manson mampu menjungkir balikan pondasi Law Of attraction yang selama ini udah jadi isme buatku. 

Pernyataan Si abang Mark menyoal Law Of attraction ( dalam hal ini kata-kata afirmasi positif ) dalam bukunya ini jelas lho, " ironisnya, pengarahan pemikiran pada hal-hal positif ini, tentang apa yang lebih baik, apa yang lebih unggul, hanya akan mengingatkan kita lagi dan lagi tentang kegagalan kita, kekurangan kita, apa yang seharusnya kita lakukan namun gagal kita wujudkan. bagaimanapun, jika seseorang sungguh bahagia, dia tidak akan merasa perlu untuk berdiri di depan cermin dan mengulang - ulang ucapan kalau dia bahagia, Dia bahagia ya bahagia begitu saja! "  ( Hal. 5 ) 

hemm, baiklah, di luar sana ( dunia maya ), banyaakk sekali perdebatan mengenai buku The secret ini, yang pro dan kontra sampai di bahas kaitannya ke ranah agama ( hadis mengenai prasangka kepada ALLAH swt ). well, semua kembali lagi ke laptop, eh salah ke pemahaman dan pendapat masing-masing sih kalo menurutku. Tapi buatku, untuk beberapa kasus, afirmasi diri dengan positive words terbukti ampuh. 

Misal, aku badmood nih pas bangun tidur, karna kesibukan pagi yang hectic sama urusan per-rumah-tanggaan jadi harus gerak cepat mengatasi si badmood  biar gak ngerusak semua kerjaan. karna kalo badmood dibiarkan berlarut, dijamin hoream ngapa-ngapain, bawaannya pasti marah-marah dan berujung bentak anak atau suami. waaah, bisa runyam hari-ku seharian itu. So, begitu bangun, cuci muka - wudhu - solat terus NGACA! iya, ngaca! sambil afirmasi diri sendiri, " bete kenapa? sih? ayo ah semangat! hari ini akan menyenangkan! kamu hebat! kamu keren! kamu ibu super! ayo senyum, semangat!!!  " dan berhasil.

Tapi, bukan berarti aku ga setuju sama isi 35 lembar halaman pertama buku nya Bang Mark manson. itu semua, aku setuju banget!! seperti, 

Halaman 4
" namun ketika anda berhenti sejenak dan sungguh menerenungkannya, nasihat hidup yang konvensional segala macam nasihat motivasi untuk menjadi pribadi yang positif atau menyenangkan yang selalu kita dengar, sebenarnya justru memberi penekanan pada kekurangan anda. nasihat ini langsung menyoroti apa yang anda anggap sebagai kekurangan dan kegagalan pribadi anda, kemudian menggarisbawahi hal tersebut untuk anda . anda mempelajari cara terbaik untuk mendapatkan uang karna anda sudah merasa tidak cukup uang. anda berdiri depan cermin dan terus mengatakan anda cantik karena anda merasa sudah tidak cantik. anda mengikuti tips berkencan dan menjalin hubungan karena anda merasa bahwa memang anda layak dicintai. anda melakukan latihan visuialisasi yang konyol karena anda memang merasa tidak cukup sukses"

halaman 6 - 9
" anda merasa cemas ketika harus menghadapi seseorang dalam kehidupan anda. kecemasan tersebut membuat anda tidak berdaya dan mulai bertanya-tanya mengapa anda bisa begitu cemas. sekarang anda mulai merasa cemas karena menjadi cemas. Oh tidak! kecemasan itu berlipat ganda! sekarang anda cemas tentang kecemasan anda yang menyebabkan anda lebih cemas!"

" atau katakanlah anda bermasalah dengan pengendalian amarah. anda gampang kesal terhadap hal paling bodoh tanpa tahu alasannya. dan fakta bahwa anda mudah sekali marah mulai membuat anda semakin sering marah. dan kemudian, ketika mulai reda, anda menyadari bahwa selalu marah-marah membuat anda menjadi seorang yang berfikiran dangkal dan kejam, dan anda benci hal itu. anda sangat membencinya, sehingga anda marah pada diri sendiri. sekarang lihat diri anda, anda marah pada diri anda yang marah-marah karena mudah marah. "

"itulah yang menjadi sumber kekacauan. kita merasa kecewa atas kekecewaan itu sendiri. kita merasa bersalah atas rasa bersalah itu sendiri. kita menjadi marah gara-gara amarah yang menyulut. kita jadi cemas karena perasaan cemas itu sendiri. apa yang salah dengan saya? inilah mengapa, bersikap bodo amat adalah kuncinya., inilah alasan mengapa itu akan menyelamatkan dunia. dan kuncinya adalah jika kita bisa menerima bahwa dunia ini benar-benar keparat dan itu tidak apa-apa, karena memang seperti itu dan akan seperti itu adanya. dengan tidak ambil pusing ketika anda merasa buruk, berarti anda memutus lingkaran setan. anda berkata pada diri anda sendiri "saya merasa sangat buruk, tapi terus kenapa?apa pedulimu? dan kemudian ibarat ditaburi debu ajaib peri, anda berhenti membenci diri anda sendiri saat merasa begitu kecewa "

nah, itu intinya, JANGAN AMBIL PUSING. hal ini untuk kasus-kasus urusan pikiran, perasaan, emosi dan badmood yang tidak jelas atau sudah jelas tapi kita teruuuusss mikirin hal itu sampai berhari-hari dan bikin rusak hari-hari kita. 

sebetulnya masih banyak point-point penting dari buku bang Mark manson yang sangat ingin aku kutip, tapi bisa kepanjangan nanti tulisanku, hehehehe. lagian, aku juga belum tamat baca bukunya, baru sampai halaman 35 yang kebetulan moment-nya pas pisan sama situasi yang lagi aku alamin. bak kedapetan uang ditengah jalan pas lagi butuh-butuhnya, begitulah buku si bang mark manson ini bagiku. 

lalu hubungannya apa sama kasusku? oke, udah baca tulisanku soal Ketika emak sama gak pede-nya sama sang anak belum? baca deh, and you'll know why aku ngerasa "kawin" sama bukunya mark manson.  kalo nanti buku bang Mark Manson udah beres aku baca, aku review ya. tunggu tulisan aku selanjutnya. semoga emak yang ngalamin kaya aku, di bully sama situasi dan perasaan sendiri, semoga terinspirasi. 





5 Comments:

“ Aduh kok aku bête terus nih? Kok aku sedih terus sih tanpa alas an? Apa aku ini waras? Apa aku harus ke psikolog? “ Pernah...

Kulwapp GRATIS dan KEREN buat Emak-emak jaman now : MENTAL HEALTH & FAMILY SUPPORT





“ Aduh kok aku bête terus nih? Kok aku sedih terus sih tanpa alas an? Apa aku ini waras? Apa aku harus ke psikolog? “

Pernah gak sih mak nanya begitu sama diri sendiri? Aku pernah! Terus jawabannya apa? Jawabannya, ikut KULWAPP ( kuliah watsapp ) ONLINE SHARING #4⁣

Ruang Keluarga, bertema : MENTAL HEALTH AND FAMILY SUPPORT⁣yang diadakan hari Rabu, 6 November 2019, 19.00-21.00 WIBdi GRUP WA RUANG KELUARGA.

Terjawab semua gak pertanyaan di atas? Emmm, gak semua sih, karena si aku kurang GERCEP sama peserta lain yang gak kalah heboh dan semangatnya! Hehehe. Tapi dari beberapa pertanyaan peserta dan jawaban narasumber yang ciamik, beberapa pertanyaan di atas terjawab. 

Jadi nih,


Awal ceritanya, sahabat baru saya di dunia maya yang karena jarak memisahkan kami sehingga belum juga bisa KOPDAR sampai sekarang, bikin status WA soal kulwapp ini. Begitu si aku liat judulnya yang terpampang jelas : MENTAL HEALTH AND FAMILY SUPPORT⁣

Waahhh, langsung DM sahabatku itu. Itu tuh, tulisan MENTAL HEALTH-nya itu yang keliatan ijoooooo banget di mataku! Apa aku ini gak waras sampai liat tulisan MENTAL HEALTH aja ijo? bukannya kalo liat duit warna merah yaah yang langsung ijo? Yaah itu juga dong! Hehehehe

So, why? Kok tertarik sih sama materi kulwapp nya #4⁣ Ruang Keluarga soal mental health ini? Itu karna, secara pribadi si aku ini memang merasa seperti sering ngerasa depresi atau anxiety gitu, apa ini self diagnosed atau hasil periksa psikolog? Self diagnose kok mak, makanya begitu liat itu tulisan MENTAL HEALTH mataku langsung berbinar binary kaya liat berlian 24 karat! 

Aku pengen tau soal “sakit jiwa” aku ini, bener atau cuman karna stress aja. Dan ternyata? Belum ter-diagnosa sih kalo soal depresi yang aku rasain, itu perlu diskusi pribadi langsung dengan narasumber sharing online #4 kali ini, mba nurul. Semoga ada waktu dan kesempatan nanti buat konsultasi dengan beliau.

LANJUT! 

Jadi, kulwapp kali ini sebetulnya ngebahas apa sih? Ya ngebahas soal KESEHATAN MENTAL dong Fernando! Masa soal kesehatan kucing! Hehehe

Di kulwapp kali ini saya menemukan bahwa, saya tidak sendirian. Maksudnya? Iya, yang merasa memiliki permasalahan personal seputar kesehatan mental ternyata bukan hanya saya, tapi banyak juga emak-emak dan bapak-bapak yang lain yang juga walau dalam kondisi masih revitalisasi diri masih tetap beraktivitas sesuai perannya setiap hari. So, intinya adalah ibarat lagu-nya the corrs, “everybody hurt”.

Ternyata bukan hanya saya yang sering merasa seakan-akan memiliki , trauma masa lalu dan masih bergelut dengan hal itu sampai sekarang, DISTIMIA (self-diagnose) atau depresi. 

Setelah saya mengikuti kulwapp, saya juga menemukan bahwa, jika merasa depresi atau trauma masa lalu kita sudah sedemikian parahnya mengganggu aktivitas kita sehari-hari, maka kita harus segera memiliki supporting system, atau segeralah mengunjungi psikolog/psikiater, karena menurut mba nurul, psikolog atau psikiater akan mampu membantu kita dalam melakukan analisa dan diagnose terhadap permasalahan psikologis kita dan intervensi yg dilakukan bisa tepat guna. Selain daripada itu, kesehatan mental yang sudah demikian parah efeknya terhadap keseharian kita, juga akan berimbas pada kesehatan keluarga.

Mengapa demikian?


Let’s say, aku misalnya, yang punya trauma GHOST PARENTING . Kalo aku gak segera “curhat” sama supporting system aku, yang dalam hal ini pak suamik sebagai bagian dari anggota keluarga, akan berimbas pada kualitas hubungan suami-istri dan juga ibu-anak. Kalo udah curhat, solusi seperti apa yang paling tepat pasti akan ketemu. Karena menurut mba nurul, dukungan pasangan bisa menjadi satu pondasi dasar bagi terjalinnya hubungan yang sehat dalam sebuah keluarga/rumah tangga.

Nah, untuk bisa “curhat” ini juga bisa menjadi permasalahan tersendiri lho, karena tidak semua istri bisa terbuka seterbukanya sama suami. Idealnya, memang keluarga yg sehat itu keluarga yg berani mengidentifikasi permasalahan yg ada di keluarganya, memetakannya, lalu menghadapinya bersama. Keluarga yg sehat sejatinya adalah keluarga yg belajar dari kesalahan, dari permasalahan yg ada. Tetapi yah, seperti yang saya bilang, tidak semua pasangan bisa terbuka mengenai luka masa lalu terhadap pasangannya, bisa karena takut, malu, segan atau “kaburu hoream curhat karena respon suami yang datar aja kaya papan triplek”

Tapi mak, kalo dibiarkan berlarut, efeknya besar lho. Yang jadi korban bukan hanya kehidupan kita, tapi juga anak. Menurut mba Nurul, memang tidak semua orang dilahirkan dalam keluarga yang membiasakan "ngobrol" antar anggota keluarganya dan tidak semua orang mempunyai kemampuan atau ketrampilan untuk dapat berkomunikasi secara sistematis, luwes dan efektif. Oleh karena itu, memang yg harus ditandaskan di awal pernikahan adalah pola komunikasi yg disepakati. Termasuk didalamnya adalah bersama-sama mengidentifikasi pola komunikasi masing-masing pasangan. 

Kembali menurut Mba Nurul, membuka komunikasi dengan pasangan memang tidak mudah, tapi bisa dilatih. Butuh effort yang tidak sedikit, dan membutuhkan waktu. Akan ada masa-masa putus asa, masa masa berucap "ini tdk bisa, ini tdk mungkin dilakukan, omong kosong" ,namun jika terus diupayakan, ditekuni, maka pola komunikasi sehat sedikit demi sedikit akan terbangun. Karena, komunikasi yang sehat akan berdampak jangka panjang. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga terhadap lingkungan keluarga dalam hal ini anak. Jika kita sebagai orangtua tidak meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mencoba menjalin harmoni dengan pasangan, lalu larut dalam komunikasi yang tidak sehat, maka anak-anak pun besar kemungkinan akan tumbuh dengan pola komunikasi yang serupa. 

Kenapa bisa begitu? 

Karena sejatinya sekolah anak yang paling mendasar adalah keluarganya (baca : orangtuanya). Anak belajar beremosi, berpikir, mencari solusi, juga berkomunikasi dr orangtuanya.

Namun demikian, sembari memperbaiki pola komunikasi, kita memang harus meningkatkan tata kelola mood/emosi yang kita miliki sehingga tidak berdampak negatif bagi diri sendiri terlebih bagi orang-orang penting di sekitar kita. 

Saya menggaris bawahi uraian mba Nurul, MENINGKATKAN TATA KELOLA MOOD/EMOSI , nah ini yang menurut saya penting. Sama persis dengan solusi yang saya buat untuk permasalahn ghost parenting yang saya alami. 

Lalu, gimana kalo yang memiliki gangguang kesehatan mental itu adalah pasangan kita dan bukan kita? Nah menurut mba nurul, ada yang bisa lakukan demi untuk membantu pasangan kita melalui permasalahannya sembari membentuk keluarga kita menjadi sehat secara mental. Yaitu dengan, Look and Listen. Ajak pasangan untuk lebih terbuka terhadap masa lalu yang mengganggu atau menghambat pola pikir positifnya. Dengarkan dengan cermat. Hadapi bersama, tela'ah dan kaji bersama. Petakan permasalahan dan ajak pasangan untuk memperluas sudut pandang dalam menilai permasalahan yang terjadi di masa lalu. Listen. Jika kita melihat pasangan kesulitan dalam mengurai permasalahan, maka libatkan orang lain yang dinilai dapat dipercaya, seperti orangtua, sahabat, atau pemuka agama. Jika kita melihat masalah yang dihadapi pasangan merupakan masalah yang berat dan menekan, maka kita bisa menghubungkannya dengan psikolog/psikiater. Semakin cepat masalah dapat diurai, maka semakin cepat penanganan bisa dilakukan.

Saya juga menemukan insight baru di kulwapp ini, menyoal ME TIME.

YESS!! Paporit saya, hehe. Kalo waktu me time-nya udah disepakati sama suami sih gak masalah yak mak, waktu kita buat sendiri dan anak-anak akan terbagi adil dan merata. Tapi gimana kalo karena kita ibu bekerja dan me-time kita dilakukan setelah kita pulang kerja? Oohhh yess jadi sebuah dilemma yaahh…


Kembali menurut Mba Nurul, ( ini nih yang paling meninspirasi) BUAT SKALA PRIOTITAS! 

Hobi sebagai mood booster dan juga penyeimbang memang diperlukan untuk kesehatan mental individu. Bahkan dianjurkan. Namun demikian, waktu untuk menemani dan mendampingi keluarga, terutama anak, untuk tumbuh dan berkembang juga sangat diperlukan. Terlebih waktu mereka bersama kita terbilang singkat sebelum mereka dewasa dan mempunyai urusan masing – masing. good things take times. Keluarga terutama anak, tidak hanya cukup dengan kualitas, namun juga kualitas. Karena sesungguhnya, sesuatu yg baik itu membutuhkan waktu untuk menumbuhkan dan juga waktu untuk memeliharanya.

Saran saya, kembali ke KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN, pilih waktu yang asoy geboy buat kita para emak bisa me time. Jadi, kita masih bisa melakukan hobi kita sebagai penyeimbang kesehatan mental dan anak-anak tetap terjaga dan terawasi. Kata kunci adalah manajemen hobi (juga waktu melakukan hobi) dan skala prioritas

Dari semua materi kulwapp kali ini, yang paling menohok saya dan yes!! Ini jawaban yang selama ini saya cari, adalah GIMANA CARANYA ME-MANAJEMEN EMOSI DAN DEPRESI dan gak melampiaskannya ke anak ?

Menurut pemaparan Mba Nurul, Cara untuk menekan emosi supaya kita tetap “sehat” dan tidak melampiaskan ke anak adalah dengan, Kita bisa menerapkan teknik pause time. 

Jika dlm kondisi emosi, dan kebetulan di deketnya ada anak, atau emosi krn anak, maka kita bisa sejenak berdiam diri, fokus pada nafas, jgn pikirkan apa2, lalu hitung sampai 10. Belum tenang? Ulang lagi prosesnya. Biasanya emosi akan sedikit banyak mereda. Dan anak tdk akan terlalu kena dampaknya.

Karena, Pada kasus depresi, pola pikir yg negatif (biasanya juga karena dipengaruhi oleh persepsi yg salam pada masa lalu) akan mempengaruhi emosi shg mjd negatif pula. Keduanya saling menguatkan dalam hal kenegatifan. Akibatnya, fisik pun mjd limbung. Tdk berenergi, muncul gangguan tidur, gangguan makan, dsb. Ketiganya kemudian akan bahu membahu saling menguatkan kenegatifan. 

Nah kalo udah gini kita harus begimana mak? mood atau emosi adalah salah satu yang sulit untuk diintervensi, meskipun bukan tdk mungkin. Jadi apa yang bisa dilakukan? OLAHRAGA! ZUMBA?AEROBIK?JOGGING? apa aja semua boleh, karena menurut mba nurul, semua Aktivitas tersebut akan menghasilkan hormon-hormon kesehatan mental, yg biasanya dipaksa untuk dihasilkan melalui injeksi obat-obatan dari psikiater. Jadi bisa bayangkan Jika fisik oke, Lalu hormone-hormon kesehatan mental dihasilkan, Emosi menjadi (sedikit demi sedikit) lebih stabil, maka intervensi kepada pikiran menjadi mngkin untuk dilakukan. 

Selain olahraga, kita juga bisa MENULIS, yess! Kesukaan saya yang lain! hehehehe.

Bikin buku harian, jurnal atau blog kaya saya, hehehe. Dengan menulis catatan harian, kita bisa mencoba belajar Memetakan permasalahan. Sulit awalnya karena tidak terbiasa , namun bagi sebagian orang terbukti sangat membantu. 

Kulwapp kali ini banyak pencerahan bagi saya, dan semoga juga bagi emak yang baca postingan saya kali ini. Semoga kedepannya ada kulwapp dari ruang keluarga lagi yang gak kalah menarik dan GRATIS tentunya ya, hehehe ( dasar emak-emak, hihihi )