Wednesday, October 23, 2019

Jangan pernah menyerah pada IMPIAN!!

Pic of my husband taken by hanif (@duamusim)

Kadang,

yang kita lihat dari sukses-nya seorang jack ma adalah dia yang punya banyak duit sekarang,
yang kita lihat dari sukses-nya seorang pengusaha juga adalah dia yang punya mobil dan rumah bak istana sinetron indosiar ditambah pamer di IG jalan-jalan ke luar negeri,

mana tau kita proses mereka bisa jadi kaya gitu,

padahal mah......beuuuhhh.....
mungkin pernah gagal usaha berkali-kali sampai bangkrut,
mungkin pernah kena tipu sampai puluhan juta,
mungkin sampai buat makan aja susah,
mungkin sampai yang dimiliki mungkin cuman baju yang dipakai,
tapi, mereka gak mau nyerah sama IMPIAN,

biar kena tipu berkali-kali,

biar barang jualan gak laku-laku,
biar keuangan menipis sampai beli odol aja nganjuk,
biarpun butuh waktu bertahun-tahun buat mewujudkan si impian,
tapi mereka GAK NYERAH SAMA IMPIAN,
mereka bangkit dari kuburan keterpurukan dan meraih mimpi ( siga lagu euy, hehehe)
dan hasilnya, voila! impian mereka terwujud!

lalu,

kamu, aku, kita pun "bakalan" demikian.
asal tong eleuhan ku impian,

Suatu waktu,

Pak suami "curhat", iri dengan kesuksesan kawan seperjuangan-nya yang sudah "sukses" dengan situasi finansial mereka,
lantas pak suami berkata, " eureun wae kitu band-band-nan terus fokus bisnis?"
sungguh ini adalah dilema para musisi indie, 

UTBBYS , adalah Impian yang beliau rintis sejak tahun 2007 dan sungguh bukan hal yang mudah lagi gampang,

terlebih aliran musik yang di pilih tidaklah pasaran dan sedikit penyuka di tanah air,
tapi karena di sanalah si hati dan jiwa tertambat, ya sudah jalani saja tanpa beban dan have fun,

lalu pada realita-nya, si impian ketemu sama si tuntutan hidup, jadi nya mereka beradu argumen dan bertengkar hebat dalam pikiran kami, terlebih pak suami, hingga keluarlah statement, " berhenti aja gitu nge-band ? " lalu saya berfikir dan menemukan jawabannya,


" Berjuang mencari gepokan rupiah dan tetap mewujudkan impian adalah hal yang tidak mudah, jalannya panjang, berliku sampai berdarah-darah, orang lain mungkin "mudah"  sukses karena mereka "melepas" impian mereka dan fokus pada apa yang menjadi prioritas mereka, ya.... sekarang mereka punya segala nya yang kita gak punya, tapi mereka mengubur impian mereka dalam-dalam, dan mereka tidak bahagia, beda dengan kita, bahagia tapi kurang duit! hahahaha "


lalu saya lanjutkan,


" gpp abah, ini jalan dan pilihan kita, insyaallah aku ikhlas, impian gak boleh dikubur, hayu, kita wujudkan impian abah dan impian aku juga kita sama - sama, tapi jalannya mungkin panjang dan berliku. karena orang lain fokus pada hal yg jadi prioritas mereka, usaha mereka hanya 1 langkah, tapi kita, perlu usaha ribuan langkah dan itupun belum tentu cepat tercapai. impian pasti terwujud, asal jangan nyerah aja. tapi ending-nya kita pasti merasa puas dan bahagia, itu baru sukses. mereka juga mungkin sukses secara finansial, tapi tidak dengan diri mereka sendiri "


Sudah hampir 12 tahun berjalan sejak impian pak suami di rintis,

apakah impian sudah terwujud? jika di lihat proses nya yang panjang, ya sudah tercapai, tapi main goal-nya belum,

Saya ingat,

dulu waktu merintis, bisa main aja udah hal yang luar biasa, walau cuman dikasih cap hatur nuhun tanpa aqua gelas setetespun,
lalu mulai bisa maen dengan fee makan malam nasi kotak ala kadarnya,
lalu mulai bisa maen dengan fee bisa beli makan malam sendiri,
lalu mulai bisa maen di stage besar dengan ribuan penonton dengan fee makan malam bareng sama crew sendiri,
lalu mulai bisa maen dengan fee makan malam sama bule di negara bule,

alhamdulillah,


Dan sekarang, ingin bisa maen dengan fee makan pagi,siang dan malam bareng sama bule di negara bule selama setahun alias world tour, aamiin.


Tapi yah, sekali lagi, jalannya masih panjang, mungkin masih butuh perjuangan dan pengorbanan habis-habis an sampai odol pun beli-nya kembali nganjuk, hehe

tapi gak apa-apa, selama impian pak suami buat mengangkat scene postrock indonesia ke seluruh dunia, insyallah terwujud.

kalo kata Beeges mah, "it's a long and winding road"

tapi gak apa-apa ya, demi si impian terwujud.

anyway,

saya jadi inget quotes paporit saya dari kang mas KURT COBAIN, 
"Tragedy, thanks for the art"
Tidak selamanya kemiskinan dan kesusahpayahan menjalani hidup adalah bencana atau kita anggap kesialan, karna, hampir semua lagu yang dibuat suami dkk, berdasarkan ambyaarr-nya kehidupan yang dijalani, 

karna itu-lah mengapa waktu pertama kali mendengar lagu UTBBYS secara gratis (karna dikasih pak suami dalam rangka pedekate dulu, ciee), saya langsung mewek. saya inget lagu pertama yang saya dengar adalah dramatic monologue (single), happiness between us, kim dan golden day (versi awal) karna setelah saya kepo cerita behind story-nya, ya bikin gemes hati deh. karna itulah, saya yakin, suatu hari UTBBYS akan bisa menggapai impiannya, karena kualitas musik yang tetap sama disetiap albumnya, tetap menjaga kejujuran dan kemurnian tanpa ikut-ikutan trend musik yang lagi viral disetiap masa nya.