Saturday, September 28, 2019

aku gak depresi, aku cuman lelah




Hari ini kakak libur sekolah,
tiba-tiba merasa ingin tidur saja mengingat cucian piring, nge-pel lantai, siram   anaman dan sapu halaman sudah rampung dikerjakan kemarin sore, rasanya hari ini ingin bermalas-malasan seharian, pagi ini aku merasa sangat lelah.


Tapi teringat,

si bungsu yang sulit makan harus mulai aku paksakan makan tertib hari ini, entah gimana caranya, dibawa sambil jalan-jalan atau sambil main tanah.

Berangkatlah aku ke warung dan belanja.


mulai memasak sambil beres-beres mainan yang berserakan dimana-mana, semua itu menghabiskan waktu pagi-ku yang tadinya ingin kupakai dengan tiduran saja. Selesai pukul 10 pagi, akhirnya selesai semua. pundak pegal, kaki semutan an punggung terasa remuk ditambah perut keroncongan.


Selesai makan, kuputuskan untuk tidur sebentar. gendut biarlah menjadi gendut. tapi rencanaku gagal, aku lupa anak-anak belum sarapan. disuapilah mereka sambil nonton youtube.


Begitu selesai dan badan berangsur mulai mengajak ke kasur, si bungsu merengek minta ganti video youtube, si sulung minta ditemani main. Tak tahan dengan rengekan mereka, sambil menahan amarah aku penuhi keinginan mereka.

tapi rupanya, aku sudah teramat mengantuk. akhirnya, kepalaku bertanduk dan mulai bentak anak-anak.


Pak suami yang sedari pagi tidur kembali akhirnya bangun dan mengalah menjaga anak-anak sambil beres-beres rumah ala kadarnya. aku tertolong.


Lepas adzan dzuhur aku bangun. segar rasanya. rasa ingin bermalas - malasan kembali merajuk. tapi tentu tak bisa aku wujudkan. anak-anak belum mandi sementara pak suami siap-siap berangkat "ngamen".


akhirnya, sisa siang menuju sore aku habiskan dengan mandiin anak-anak dan kembali membereskan rumah sampai kinclong. Disaat aku kembali teramat lelah, si bungsu berulah. ember buat nge-pel lantai ia tumpahkan hingga lantai tampak seperti kebanjiran.


aku kebakaran jenggot, aku marah teriak dan bentak, aku kesal dan ingin rasanya menangis, bukan itu saja, dengan tanpa merasa bersalah, si bungsu jalan-jalan didalam rumah memakai sendal kotor dan akhirnya sambil mencak-mencak aku pel kembali lantai.


Selesai semua, termasuk cuci piring. aku teringat, ini sudah pukul 4 sore dan kakak belum pulang, ini waktunya ia mengaji. bergegas mengenakan kerudung bau dapur dan baju dinas emak-emak, aku mencari kakak dan akhirnya ketemu. Kakak menolak pulang dan tantrum. es krim jadi sogokan ia agar mau pulang.


Tiba dirumah, perang dunia ke 3 pun kembali terjadi antara si sulung dan si bungsu.

rebutan video yang mau di tonton di youtube, rebutan mainan, rebutan kucing

dan parahnya, si sulung mainin bedak dan di tabur-taburkannya di teras rumah yang baru saja aku pel.
Aku meraung dan berteriak!!!

aku lelaaahhhhh!!!!!

  
Dan sekarang, setelah perjuangan panjang menidurkan anak-anak yang engga mau tidur padahal mereka tidak ada yang tidur siang satupun, aku terkapar di atas karpet sambil bersedih hati.


Terbesit rasa iri pada pak suami yang bisa "ngamen" dan ketemu teman-temannya selama lebih dari 6 jam!! aku pun ingin me time dan bebas melenglang walau hanya beberapa jam. tapi sejak kakak mulai masuk sekolah, hal itu sulit didapat. bisa ke borma sendiri pake motor walau cuma beli susu aja udah jadi hal yang istimewa.


saran semangat dan positif dari quote parenting soal, "istimewanya menjadi ibu" atau "ingatlah anak - anak adalah kado istimewa" atau "ingatlah waktu bersama dengan anak hanya sebentar sebelum ia beranjak dewasa" ... gak mampu menghilangkan perasaanku soal motherhood akhir-akhir ini.





Disebut depresi sih tidak, atau post partum deperesi juga tidak. aku hanya jenuh dengan rutinitas yang sama yang aku lakukan dan terima setiap hari yang membuatku selalu penuh dengan amarah. sepertinya, mau tidak mau harus dipaksakan. aku perlu sendiri dengan diriku sendiri walau hanya 4 jam saja.


biar kewarasanku tetap terjaga dan kembali siap menjalani rutinitas yang sama  seperti kisah hari ini keesokan harinya, hingga aku bertemu dengan waktu Me Time-ku lagi yang entah kapan.


Hp aja perlu di charge, masa emak yang kerja nya 7 hari seminggu dan 24 jam sehari gak?




Saturday, September 14, 2019

Lebay emak kambuh



Liat seragam sekolah keenan ngegantung di lemari itu rasanya gimana ya....uwoooowww...........
It has been 5 years since he was born, asa emeyjing aja gituh, ni anak dah sekolah lagi.
never imagine deh, padahal awal awal sekolah tantrumnyah edan dongs, alhamdulillah.
semoga lancar pembelajarannya ya ken, semoga lancar juga finansialnya agar supaya pembelajaran kamu lancar jaya aman sentosa :)

Dulu, pernah punya impian kakak sekolah di sekolah alam karna dasar pembelajarannya yang montessori dan homeschooling gitu, mulai dari PAUD ampe nun jauuh disana ( SMA maksudnya ), tapi karena kekuatan finansial dan ngukur jarak yang kurang mumpuni, beralihlah pada sekolah yang jaraknya cukup dekat, ngiceup mata sebentar juga langsung nyampe, RA Tk Al misbah. 

lalu saya tersadar, sekolah bagus gak harus selalu yang punya tema montessori, terpadu dan  lain sebagainya. sekolah sederhana dan minim fasilitas juga bisa jadi bagus, selama potensi yang dimaximalkan. dan secara finansial, saya terbantu sekali dengan kebijakan sekolah kakak, hehehe. 

Alhamdulillah, sejak masuk TK, kakak makin berani, berani sekolah sendiri, berani ke warung sendiri, berani main sendiri dan mulai berani minta uang jajan lebih! hahaha