mengapa anak kecil suka pura-pura menjadi superhero?


Sejujurnya, saya sebel sama salah satu kebudayaan sunda yang sudah mengakar dalam darah dan jiwa anak-anak saya, BANGBARONGAN. 
kenapa? jawabannya pribadi sih, saya jijik aja ketika si bangbarongan mulai "jadi" alias kesurupan dan makan kaca, gelas atau apapun lalu muntah. 

Tapi sayangnya, keenan begitu terobsesi jadi Bangbarongan sampai minta dibikinin bangbarongan dari kardus bekas dan akhirnya minta dibeliin bangbarongan kayu, kuda lumping sampai terompetnya. yah, saya sebagai ortu sayang anak dibeliin aja deh daripada keenan rudet dan rungsing.







lalu saya tanya, " kenapa sih kakak suka banget sama bangbarongan? sampai lupa sama Spiderman?lalu dia jawab, " karena bisa jadi" ( maksudnya kesurupan), mungkin dalam pikirannya bangbarongan semacam makhluk magical yang punya kekuatan super layaknya spiderman kali ya.

sampai-sampai, dia gambar bangbarongan saking "cinta"-nya sama bangbarongan







"bangbarongan" karya keenan

Padahal, sebelum ketemu bangbarongan, dia idola banget sama spiderman. sampai dibeliin kostumnya dan minta di bikinin hand-gun yang ngeluarin jaring laba-laba.

aduh aduhhh, dasar anak-anak ya, ckckckck....

lalu yang jadi pertanyaan, kenapa asih anak-anak suka banget pura-pura jadi superhero?
aku gak tau jawabannya, lalu search lah di mbah gugle. dan ini lah jawabannya :

Menurut Ayahbunda.co.id : 

Mampu melompati gedung tinggi dengan satu ayunan tali, atau mengubah dunia dengan satu tiupan memang tak bisa manusia biasa lakukan, apalagi anak-anak kita. Namun memang berpura-pura atau meniru sedikit kekuatan super Spiderman, Batman, Ironman, Wonderwoman membuat anak merasa lebih besar dan lebih baik.

“Anda tak bisa mengurangi efek kebanggaan itu,” kata Lawrence Rubin, psikoterapis asal Australia, editor buku Using Superheroes in Counseling and Play Therapy.  “Itulah bagian dari pesona seorang tokoh pahlawan. Dunia ini besar dan anak-anak hanyalah benda kecil.”



jadi, ada rasa bangga gitu bagi anak bisa jadi superhero karena punya kekuatan super. lantas baik gak sih anak-anak terus main pura-pura?

Masih menurut ayahbunda.co.id

“Main pura-pura adalah bagian penting dalam perkembangan sosial anak. Permainan ini membantu anak mengembangkan kemampuan bergaul dengan teman sebaya,” kata Barber. Kemampuan anak memerankan sesuatu yang bukan dirinya—misalnya saat main “ibu-ibuan”- juga menandakan dia mengerti dirinya adalah pribadi yang terpisah dan berbeda dari ibu.

Permainan imajinatif membantu mengasah kemampuan anak memerkirakan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan orang lain. Juga, meningkatkan pemahaman anak akan dunia di sekitarnya. “Di dalam benaknya, anak-anak berusaha membangun kembali apa yang mereka dengar dan lihat di dunia nyata. Melakukan tindakan imajiner, membantunya memahami banyak hal, termasuk tindakan orang dewasa,” terang Barber.


eehhmmm, oh ya jadi begitu. 
baiklah kalo begitu, emak dukung deh anak-anak suka pura-pura jadi apapun, selama gak pura-pura sayang emak aja ya, hehehehe

Nadin " Seperti Tulang " ( Video + Lyrics )



Seperti Tulang
Kecil, wajahmu meraut sedih
Siapa yang berlayar pergi
Melatihmu sendiri
Menertawakan sunyi
Sampai hatimu lupa
Terbiasa perih
Kecil, seorang penipu mahir
Sehingga tak ada lagi tanya
Apakah kau tak apa
Menertawakan rintih
Sampai ragamu lupa
Terbiasa letih
Tawa harusnya meminta maaf
Padamu yang lama ia tinggalkan
Tak sepenuhnya pernah sembuh
Dari luka
Dari luka
Dari luka
Kecil, aku pun meraut sedih
Semua karena
Sumber: Musixmatch

Kulwapp GRATIS dan KEREN buat Emak-emak jaman now : MENTAL HEALTH & FAMILY SUPPORT




Aduh kok aku bĂȘte terus nih? Kok aku sedih terus sih tanpa alas an? Apa aku ini waras? Apa aku harus ke psikolog?
Pernah gak sih mak nanya begitu sama diri sendiri? Aku pernah!
Terus jawabannya apa? Jawabannya, ikut KULWAPP ( kuliah watsapp ) ONLINE SHARING #4
Ruang Keluarga, bertema : MENTAL HEALTH AND FAMILY SUPPORTyang diadakan hari Rabu, 6 November 2019, 19.00-21.00 WIBdi GRUP WA RUANG KELUARGA.

Terjawab semua gak pertanyaan di atas? Emmm, gak semua sih, karena si aku kurang GERCEP sama peserta lain yang gak kalah heboh dan semangatnya! Hehehe
Tapi dari beberapa pertanyaan peserta dan jawaban narasumber yang ciamik, beberapa pertanyaan di atas terjawab.
Jadi nih,
Awal ceritanya, sahabat baru saya di dunia maya yang karena jarak memisahkan kami sehingga belum juga bisa KOPDAR sampai sekarang, bikin status WA soal kulwapp ini. Begitu si aku liat judulnya yang terpampang jelas : MENTAL HEALTH AND FAMILY SUPPORT
Waahhh, langsung DM sahabatku itu.

Itu tuh, tulisan MENTAL HEALTH-nya itu yang keliatan ijoooooo banget di mataku!
Apa aku ini gak waras sampai liat tulisan MENTAL HEALTH aja ijo? bukannya kalo liat duit warna merah yaah yang langsung ijo? Yaah itu juga dong! Hehehehe

So, why? Kok tertarik sih sama materi kulwapp nya #4
Ruang Keluarga soal mental health ini? Itu karna, secara pribadi si aku ini memang merasa seperti sering ngerasa depresi atau anxiety gitu,
apa ini self diagnosed atau hasil periksa psikolog? Self diagnose kok mak, makanya begitu liat itu tulisan MENTAL HEALTH mataku langsung berbinar binary kaya liat berlian 24 karat!
Aku pengen tau soal “sakit jiwa” aku ini, bener atau cuman karna stress aja.

Dan ternyata? Belum ter-diagnosa sih kalo soal depresi yang aku rasain, itu perlu diskusi pribadi langsung dengan narasumber sharing online #4 kali ini, mba nurul.  Semoga ada waktu dan kesempatan nanti buat konsultasi dengan beliau.

LANJUT!

Jadi, kulwapp kali ini sebetulnya ngebahas apa sih? Ya ngebahas soal KESEHATAN MENTAL dong Fernando! Masa soal kesehatan kucing! Hehehe

Di kulwapp kali ini saya menemukan bahwa, saya tidak sendirian. Maksudnya? Iya, yang merasa memiliki permasalahan personal seputar kesehatan mental ternyata bukan hanya saya, tapi banyak juga emak-emak dan bapak-bapak yang lain yang juga walau dalam kondisi masih revitalisasi diri masih tetap beraktivitas sesuai perannya setiap hari. So, intinya adalah ibarat lagu-nya the corrs, “everybody hurt”.

Ternyata bukan hanya saya yang sering merasa seakan-akan memiliki , trauma masa lalu dan masih bergelut dengan hal itu sampai sekarang, DISTIMIA (self-diagnose) atau depresi.

Setelah saya mengikuti kulwapp, saya juga menemukan bahwa, jika merasa depresi atau trauma masa lalu kita sudah sedemikian parahnya mengganggu aktivitas kita sehari-hari, maka kita harus segera memiliki supporting system, atau segeralah mengunjungi psikolog/psikiater, karena menurut mba nurul, psikolog atau psikiater akan mampu membantu kita dalam melakukan analisa dan diagnose terhadap permasalahan psikologis kita  dan intervensi yg dilakukan bisa tepat guna. Selain daripada itu, kesehatan mental yang sudah demikian parah efeknya terhadap keseharian kita, juga akan berimbas pada kesehatan keluarga.

Mengapa demikian?
Let’s say, aku misalnya, yang punya trauma GHOST PARENTING ( liat postingan https://artjoka.blogspot.com/2019/10/ghost-parenting-eps-1_8.html , https://artjoka.blogspot.com/2019/10/parent-ghost-eps2.html 


Kalo aku gak segera “curhat” sama supporting system aku, yang dalam hal ini pak suamik sebagai bagian dari anggota keluarga, akan berimbas pada kualitas hubungan suami-istri dan juga ibu-anak. Kalo udah curhat, solusi seperti apa yang paling tepat pasti akan ketemu. Karena menurut mba nurul, dukungan pasangan bisa menjadi satu pondasi dasar bagi terjalinnya hubungan yang sehat dalam sebuah keluarga/rumah tangga.

Nah, untuk bisa “curhat” ini juga bisa menjadi permasalahan tersendiri lho, karena tidak semua istri bisa terbuka seterbukanya sama suami. Idealnya, memang  keluarga yg sehat itu keluarga yg berani mengidentifikasi permasalahan yg ada di keluarganya, memetakannya, lalu menghadapinya bersama. Keluarga yg sehat sejatinya adalah keluarga yg belajar dari kesalahan, dari permasalahan yg ada. Tetapi yah, seperti yang saya bilang, tidak semua pasangan bisa terbuka mengenai luka masa lalu terhadap pasangannya,  bisa karena takut, malu, segan atau “kaburu hoream curhat karena respon suami yang datar aja kaya papan triplek”

Tapi mak, kalo dibiarkan berlarut, efeknya besar lho. Yang jadi korban bukan hanya kehidupan kita, tapi juga anak.  Menurut mba Nurul, memang tidak semua orang dilahirkan dalam keluarga yang membiasakan "ngobrol" antar anggota keluarganya dan tidak semua orang mempunyai kemampuan atau ketrampilan untuk dapat berkomunikasi secara sistematis, luwes dan efektif. Oleh karena itu, memang yg harus ditandaskan di awal pernikahan adalah pola komunikasi yg disepakati.  Termasuk didalamnya adalah bersama-sama mengidentifikasi pola komunikasi masing-masing  pasangan.

Kembali menurut Mba Nurul, membuka komunikasi dengan pasangan memang tidak mudah, tapi bisa dilatih.  Butuh effort  yang tidak sedikit, dan membutuhkan waktu. Akan ada masa-masa putus asa, masa masa berucap "ini tdk bisa, ini tdk mungkin dilakukan, omong kosong" ,namun jika terus diupayakan, ditekuni, maka pola komunikasi sehat sedikit demi sedikit akan terbangun. Karena,  komunikasi yang sehat akan  berdampak jangka panjang. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga terhadap lingkungan keluarga dalam hal ini anak.  Jika kita sebagai orangtua tidak meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mencoba menjalin harmoni dengan pasangan, lalu larut dalam komunikasi yang tidak sehat, maka anak-anak pun besar kemungkinan akan tumbuh dengan pola komunikasi yang serupa.

Kenapa bisa begitu?

Karena sejatinya sekolah anak yang paling mendasar adalah keluarganya (baca : orangtuanya). Anak belajar beremosi, berpikir, mencari solusi, juga berkomunikasi dr orangtuanya.

Namun demikian, sembari memperbaiki pola komunikasi, kita memang harus meningkatkan tata kelola mood/emosi yang kita miliki sehingga tidak berdampak negatif bagi diri sendiri terlebih bagi orang-orang penting di sekitar kita.

Saya menggaris bawahi uraian mba Nurul, MENINGKATKAN TATA KELOLA MOOD/EMOSI , nah ini yang menurut saya penting. Sama persis dengan solusi yang saya buat untuk permasalahn ghost parenting yang saya alami.

Lalu, gimana kalo yang memiliki gangguang kesehatan mental itu adalah pasangan kita dan bukan kita? Nah menurut mba nurul, ada yang bisa lakukan demi untuk membantu pasangan kita melalui permasalahannya sembari membentuk keluarga kita menjadi sehat secara mental.  Yaitu dengan, Look and Listen.  Ajak pasangan untuk lebih terbuka terhadap masa lalu yang mengganggu atau menghambat pola pikir positifnya. Dengarkan dengan cermat. Hadapi bersama, tela'ah dan kaji bersama. Petakan permasalahan dan ajak pasangan untuk memperluas sudut pandang dalam menilai permasalahan yang terjadi di masa lalu. Listen. Jika kita melihat pasangan kesulitan dalam mengurai permasalahan, maka libatkan orang lain yang dinilai dapat dipercaya, seperti orangtua, sahabat, atau pemuka agama. Jika kita melihat masalah yang dihadapi pasangan merupakan masalah yang berat dan menekan, maka kita bisa menghubungkannya dengan psikolog/psikiater. Semakin cepat masalah dapat diurai, maka semakin cepat penanganan bisa dilakukan.


Saya juga menemukan insight baru di kulwapp ini, menyoal ME TIME.
YESS!! Paporit saya, hehe. Kalo waktu me time-nya udah disepakati sama suami sih gak masalah yak mak, waktu kita buat sendiri dan anak-anak akan terbagi adil dan merata. Tapi gimana kalo  karena kita ibu bekerja dan me-time kita dilakukan setelah kita pulang kerja? Oohhh yess jadi sebuah dilemma yaahh…

Kembali menurut Mba Nurul, ( ini nih yang paling meninspirasi) BUAT SKALA PRIOTITAS!
Hobi sebagai mood booster dan juga penyeimbang memang diperlukan untuk kesehatan mental individu. Bahkan dianjurkan. Namun demikian, waktu untuk menemani dan mendampingi keluarga, terutama anak, untuk tumbuh dan berkembang juga sangat diperlukan. Terlebih waktu mereka bersama kita terbilang singkat sebelum mereka dewasa dan mempunyai urusan masing – masing. good things take times. Keluarga terutama anak, tidak hanya cukup dengan kualitas, namun juga kualitas. Karena sesungguhnya, sesuatu yg baik itu membutuhkan waktu untuk menumbuhkan dan juga waktu untuk memeliharanya.

Saran saya, kembali ke KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN, pilih waktu yang asoy geboy buat kita para emak bisa me time. Jadi, kita masih bisa melakukan hobi kita sebagai penyeimbang kesehatan mental dan anak-anak tetap terjaga dan terawasi.  Kata kunci adalah manajemen hobi (juga waktu melakukan hobi) dan skala prioritas


 Dari semua materi kulwapp kali ini, yang paling menohok saya dan yes!! Ini jawaban yang selama ini saya cari, adalah GIMANA CARANYA ME-MANAJEMEN EMOSI DAN DEPRESI dan gak melampiaskannya ke anak ?
Menurut pemaparan Mba Nurul, Cara untuk menekan emosi supaya kita tetap “sehat” dan tidak melampiaskan ke anak adalah dengan, Kita bisa menerapkan teknik pause time.
Jika dlm kondisi emosi, dan kebetulan di deketnya ada anak, atau emosi krn anak, maka kita  bisa sejenak berdiam diri, fokus pada nafas, jgn pikirkan apa2, lalu hitung sampai 10. Belum tenang? Ulang lagi prosesnya. Biasanya emosi akan sedikit banyak mereda. Dan anak tdk akan terlalu kena dampaknya.

Karena, Pada kasus depresi, pola pikir yg negatif (biasanya juga karena dipengaruhi oleh persepsi yg salam pada masa lalu) akan mempengaruhi emosi shg mjd negatif pula. Keduanya saling menguatkan dalam hal kenegatifan. Akibatnya, fisik pun mjd limbung. Tdk berenergi, muncul gangguan tidur, gangguan makan, dsb. Ketiganya kemudian akan bahu membahu saling menguatkan kenegatifan.

Nah kalo udah gini kita harus begimana mak? mood atau emosi adalah salah satu yang sulit untuk diintervensi, meskipun bukan tdk mungkin.  Jadi apa yang bisa dilakukan?  OLAHRAGA! ZUMBA?AEROBIK?JOGGING? apa aja semua boleh, karena menurut mba nurul, semua Aktivitas tersebut  akan menghasilkan hormon-hormon  kesehatan mental, yg biasanya dipaksa untuk dihasilkan melalui injeksi obat-obatan dari psikiater. Jadi bisa  bayangkan Jika fisik oke, Lalu hormone-hormon kesehatan mental dihasilkan, Emosi menjadi (sedikit demi sedikit) lebih  stabil, maka intervensi kepada pikiran menjadi mngkin untuk dilakukan.

Selain olahraga, kita juga bisa MENULIS, yess! Kesukaan saya yang lain! hehehehe.
Bikin buku harian, jurnal atau blog kaya saya, hehehe. Dengan menulis catatan harian, kita bisa mencoba belajar Memetakan permasalahan. Sulit awalnya karena tidak terbiasa , namun bagi sebagian orang terbukti sangat membantu.

Kulwapp kali ini banyak pencerahan bagi saya, dan semoga juga bagi emak yang baca postingan saya kali ini.  Semoga kedepannya ada kulwapp dari ruang keluarga lagi yang gak kalah menarik dan GRATIS tentunya ya, hehehe ( dasar emak-emak, hihihi )

Untuk info lebih lanjut soal RUANG KELUARGA, hubungi  IG @Ruangkeluarga.yk ( adminnya baiiik dan bersahabat banget kok ). Atau buat yang tertarik gabung grupnya, boleh banget, Daftar di: http://bit.ly/RegisOnlineSharingRK4 , Narahubung: Icha 085643388197

-----------------------------------------------------------------





RAHASIA TURUN BB 5 kg DALAM WAKTU 3 BULAN!!




Pada suatu hari,
Saat saya lagi nyarende alias bersandar di tembok dapur sambil nunggu kuluban ayam ungkeb matang, saya kok merasakan ada yang beda dengan bagian pinggang saya. Rasanya ada yang menonjol dan rasanya tidak nyaman. ternyata oh ternyata, itu tambahan lemak baru di pinggang!!!

Pada suatu hari yang lain lagi,
Saat saya mau antar keenan sekolah,  saya udah siapin baju tunik denim paporit saya buat dipake hari itu. Lalu saya pakai dan saya terkejut! Baju nya udah gak muat lagi! Alias seureug marisol!!

Pada suatu hari jadwal KB, saya kembali SHOCK! Setelah bidan menyuruh saya timbang BB, saya mendapati angka yang mengejutkan, 65 Kg!!!! MasyaAllah!!! Dalam waktu 10 Bulan sejak terakhir saya diet, BB saya naik 10 kg!!!



Sepertinya saya harus kembali diet, bukan hanya untuk mengambalikan kepercayaan diri , tetapi juga biar gak nge-modal lagi beli baju baru karna sekarang ukuran baju saya L menuju XL!!!!

Setelah evaluasi diri sambil nangis- nangis bombay menyadari betapa gemuknya saya sekarang, saya mendapati alasan mengapa saya menjadi gemuk,

1.      Stress  tapi bahagia
Nah lho! Kok bisa? Iya lah, saya memang stress dengan banyak hal, mulai dari adaptasi perkembangan anak yang mulai sekolah dengan segala kerempongan-nya, juga stress karna usaha saya lagi mandeg juga stress-stress yang lain. Tetapi, walau saya stress, saya bahagia. Mengapa? Karena saya akhirnya bisa menerapkan kalimat, “ Belajar masa bodo!”. Ya! Saya biarkan stress menggerogoti seluruh pikiran saya tapi tidak dengan emosi saya. Saya tetap kalem, santay dan gak banyak murung. Saya nikmati dan enjoy aja, hasilnya, saya jadi banyak makan dan jajan di luar kebiasaan saya. Sehari saya bisa makan 4-5 kali dengan sekali makan porsi-nya seukuran abang tukang becak! Coba bayangkan-lah marisol! Mau gak jadi gendut kumaha saya sekarang!

2.      Bergadang
Me time adalah barang langka bagi emak yang punya toddler apalagi 2! Maka, me time adalah semacam hadiah-lah buat kami para emak yang setiap harii-nya penuh dengan urusan rumah tangga dan anak-anak. Dan waktu tidur malam hari anak-anak adalah me time saya. Jadinya, setiap hari, setiap malam, sembari  nunggu suami saya pulang dagang tengah malam, saya ber-metime ria dengan mainan paporit saya, komputer dan internet. Setiap malam saya berkutat di depan komputer, ntah itu nonton kdrama sambil setrika, nulis buat bahan blog, menggambar dan/atau ngerjain kerjaan 3D arsitek pesanan klien. Me time di waktu malam ini berimbas pada jam tidur saya yang hanya sekitar 4-5 jam setiap hari nya, dan hasilnya, saya jadi gendut. Kok bisa? Menurt fimela.com , Begadang bisa memperlambat metabolisme dan menyebabkan jumlah hormon ghrelin meningkat. Inilah hormon yang berkaitan dengan nafsu makan. Saat hormon ini tidak bekerja dengan baik maka seseorang akan mempunyai nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Inilah yang membuat seseorang bisa terus makan dan makan sehingga menjadi gemuk.  Nah, ketemu kan alasannya kenapa bergadang bisa bikin gemuk? Kayanya kalo mo diet saya harus mengikuti nasihat Bang Rhoma irama, “ begadang jangan begadang!

3.      Hobi makan malam
Jangan tanya dech gimana susahnya nahan lapar malem-malem, karna saya selalu kalah. Ditambah saya selalu me-time setiap malam sampai begadang, jadilah, nasi goreng, mie instan, susu dicampur kue eh salah, kue  di celup susu dan makanan oleh-oleh pak suami sehabis pulang dagang, semua itu gak mungkin saya lewatkan.  Hasilnya, yaaahhh BB meningkat tajam kaya kenaikan harga BBM. Kok bisa makan malem bikin gendut? Menurut hellosehat.com Hasil gambar untuk makan malam bikin gemuk
Para ahli gizi berpendapat bahwa kalori adalah kalori, tidak peduli kapan Anda makan. ... Penelitian-penelitian ini cenderung menunjukkan bahwa makan pada malam hari membuat tubuh menyimpan kalori dari makanan tersebut dalam bentuk lemak daripada membakarnya, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

4.      Porsi nasi yang gak masuk akal
Nah, ini nih pelaku utama penyebab saya jadi gendut. Mengapa? Karena porsi makan saya selama beberapa bulan terakhir ini sangat gak masuk akal, sama persis sama porsi sekali makan abang becak! Bahkan ngalahin porsi makan suami saya yang cuman se-uprit. Jadi, yah  wajar aja kalo BB saya naik drastis.
  
Kalo udah tau why oh why BB saya naik segitu hebatnya, sekarang tinggal menyusun rencana sesuai dengan hasil diet yang pernah saya lakukan selama bulan oktober – desember tahun 2018 yang bisa bikin BB saya yang waktu itu 60 kg menjadi 55 kg!!

Apa aja sih rahasia-nya?


1.  Belajar ilmu diet ke mba YULIA BALTSCHUN!  Beliau ahli diet yang “berilmu”, dia ngebahas banya hal soal diet dan ilmu gizi di IG-nya dan lebih banyak di channel youtube-nya. Saya sampai “kuliah” lagi sama mba yulia lewat chanel youtube-nya sembari gugling soal gizi dan bener-benre nyatet di agenda saya.


    

   


2.     Hitung kebutuhan kalori , protein dan lemak harian,. Gak perlu manual, udah ada kok web-nya juga aplikasinya. Kita tinggal masukin BB dan tinggi badan doang, nanti keluar deh berapa jumlah kebutuhan kalori-protein-lemak harian kita. Terus gimana cara nge-bagi porsi makannya? Pake aja aplikasi FAT SECRET lewat playstore di android kita mak, semua lengkap kok. Tinggal isi isi aja apa aja yang kita makan, nanti keluar kok dalam satu hari itu apakah makanan yang kita makan udah sesaui kebutuhan atau gak. Jadi, jumlah asupan kalori-protein-lemak kita terkendali tiap  hari-nya

klik link ini untuk hitung kebutuhan kalori-protei-lemak harian

calculator.net/calorie-calculator.html

cari  app ini di playstore buat efektivitas program diet kita




3.      Tentukan jenis diet apa yang mau kita ambil,.
Wah! Diet aja ada macem-nya ya? Iya lah marisol! Tentu ada. Jangan sampai salah pilih jenis diet ya. Pilih yang paling cocok sama kita. Apa jenis diet?
-          Diet keto
-          Diet  rendah karbo
-          Diet jendela makan
-          Dan diet-diet yang lain , guugling aja yah, hehehe
Saya, pilih diet rendah karbo digabungkan dengan jendela makan. Jadi jam makannya di atur gitu. 
4.      PUASA
Puasa bisa dibilang termasuk diet jendela makan lho, karena jam makan-nya diatur, ini bisa nge-bantu program diet kita berhasil. Malah double manfaat, pahala dapet, turun BB juga. Asal jangan makan kaya orang kesetanan ajah pas buka puasa, percuma dong! Hehehe
5.   Minum perasan jeruk nipis 1 sdm + air anget kuku setiap pagi sehabis bangun tidur dalam keadaan perut kosong. Manfaatnya? Banyaaakkk banget! Kepo-in deh channel youtube-nya yulia baltschun, nanti ketemu kok kenapa  minum itu bisa bikin BB turun
6.      Olahraga
Banyak tuh di youtube channel yang menyediakan olahraga yang ringan sampai berat buat turunin berat badan. Pilih yang bisa bikin kita semangat dan enjoy.
7.      BIKIN JADWAL dan CATATAN DIET
Ini ngebantu kita dalam melihat perkembangan diet kita udah sejauh mana. Contohnya,  catatan workout trace, kalori tracker, 80/20 mela tracker dll

 

    


Jadi intinya, RAHASIA TURUN BB 5 KG SELAMA 3 BULAN itu adalah,  IKUTIN CHANNEL YOUTUBE-NYA YULIA BALTSCHUN!!!







Walo saya agak shock dengan tampilan timeline-IGnya yulia baltschun yang hampir semua-nya potopoto beliau yang cantik, anggun nan sexxiiihhh!!… saya tetep subscribe channel youtube-nya, karena ilmu dietnya lebih banyak disana ketimbang di IG ( yah saya pilih yutub ajah daripada IG, karena shock itu tadi, hehehe ).  Jadi yah, walo kurang sreg sama penampilan beliau yang terlalu terbuka, gpp lah, yang penting saya ambil ilmunya ajah.

Karena, semua saran-saran saya di atas, adalah kesimpulan yang saya ambil dari “ilmu” yang saya keruk dari mba yulia dan hasilnya, alhamdulillah berhasil.

Tapi sayangnya, diet saya berhenti pas awal tahun 2019.
Karena apa? Karena males! Hahahaha
Saya kurang niat mak, karena diet itu harus di awali dengan TEKAD DAN NIAT YANG KUAT dan harus dilakukan konsisten, bukan hanya 3 bulan. Karena menurut mba yulia, diet itu bukan merubah pola makan, tapi merubah pola hidup.

Dan saya, akan mulai diet lagi, tapi gak sekarang, nunggu mood dan tekad terkumpul! Hihihihi,
Tapi kalo emak mah jangan kaya saya yah, harus semangat! Biar semua baju emak ukuran S dan M bisa muat lagi.

Semangat mak!!!!



Dimanakah, Pak Tani?


" Dimanakah, PAK TANI?"
"YAH SALAH! coba lagi ya"

...........

" Dimanakah, PAK TANI?"
"benar! kamu hebat"

...........

Gara-gara game edukasi buat paud, keenan jadi kenal pak tani, dan inilah interpretasi dia soal pak tani setelah maen game dan jadi si bolang ke sawah deket rumah

keenan's art
"Dimanakah Pak tani?" 22/10/2019

haloo, assalamualaikum



Tet tot tet tot tot tot …
Kriiing……. Kriiingg …… kriiiingg ….

halooo, assalamualaikum
halooo… ini keenan, ini siapa ya?”
oh haloooo enin? Ini nan! Nin, kita videocall-an lho! Hihihihi
enin, kapan kesini? Nan kangen
ok… ya udah udah dulu ya, dadah, assalamualaikum

Bip!

Keenan’s art
20/10/2019